MODUL 5
UI/UX Design

Interaktivitas & Prototyping

Tim Kelas Desain

Desain visual yang sudah rapi pada bab sebelumnya masih berupa tampilan diam. Bab ini membahas bagaimana menghidupkan tampilan tersebut lewat interaksi, animasi, dan penautan antar layar — mengubah desain statis menjadi prototype yang bisa disentuh dan disimulasikan layaknya produk sungguhan, sebelum diuji ke pengguna nyata pada bab berikutnya.

1

Apa itu Interaktivitas?

Interaktivitas adalah kemampuan sebuah antarmuka untuk merespons aksi pengguna secara langsung — melalui perubahan visual, animasi, atau umpan balik lain — sehingga pengguna merasa "berdialog" dengan produk, bukan sekadar melihat gambar diam.

Membuat produk terasa hidup & responsif.
Memberi kepastian bahwa aksi pengguna berhasil dilakukan.
Mengurangi kebingungan saat menggunakan fitur baru.
Meningkatkan engagement & kepuasan pengguna.

Interaktivitas dirancang di atas hasil visual design pada Modul 4, sebelum desain diujicobakan langsung ke pengguna pada Modul 7: Usability Testing.

Tap Me
2

Prinsip Dasar Interaksi

Empat prinsip inti perancangan interaksi yang baik agar pengguna tidak bingung saat menggunakan produk.

Feedback — setiap aksi harus direspons, misal tombol berubah warna saat ditekan.
Affordance — elemen harus "terlihat" bisa diklik (bayangan, warna kontras).
Consistency — pola interaksi sama di seluruh halaman.
Visibility — status sistem selalu terlihat, misal indikator loading.

Keempat prinsip ini diadaptasi dari kaidah usability yang akan diuji langsung pada Modul 7.

Feedback
Affordance
Consistency
Visibility
3

Micro-interaction & Animasi Transisi

Micro-interaction adalah animasi kecil yang merespons satu aksi spesifik, misalnya tombol "like" yang berubah warna & membesar sesaat saat ditekan.

Animasi tombol saat ditekan.
Transisi perpindahan antar halaman.
Indikator loading saat memuat data.
Notifikasi yang muncul & menghilang secara halus.

Micro-interaction yang tepat membuat produk terasa "halus" dan menyenangkan digunakan, meski perubahannya sangat kecil.

4

Dari Statis ke Interaktif: Menghubungkan Frame

Proses menautkan (link) antar frame/tampilan desain sehingga dapat disentuh atau diklik untuk mensimulasikan alur produk sesungguhnya.

1.Tentukan titik interaksi (hotspot) pada setiap frame.
2.Hubungkan hotspot ke frame tujuan sesuai user flow.
3.Tentukan jenis transisi perpindahan (instant, slide, fade, dsb).

Proses ini akan dipraktikkan langsung menggunakan fitur Prototype di Figma pada Modul 6: Mastering Figma Tools.

5

Trigger & Action

Trigger adalah pemicu terjadinya sebuah interaksi (aksi pengguna); Action adalah respons yang muncul setelah trigger terjadi.

On Click/Tap — saat elemen disentuh pengguna.
On Hover — saat kursor berada di atas elemen.
On Drag — saat elemen digeser oleh pengguna.
After Delay — terjadi otomatis setelah jeda waktu tertentu.

Memilih trigger yang tepat untuk setiap elemen membuat prototype terasa realistis dan mendekati produk aslinya.

Click
Hover
Drag
Delay
6

Easing & Durasi Animasi

Easing adalah pengaturan kecepatan animasi dari awal hingga akhir (bukan kecepatan konstan), agar gerakan terasa alami seperti benda di dunia nyata.

Linear — kecepatan konstan, terkesan kaku (robotic).
Ease In — mulai lambat, semakin cepat di akhir.
Ease Out — mulai cepat, melambat di akhir.
Ease In-Out — kombinasi keduanya, paling natural untuk UI.

Durasi animasi yang ideal umumnya 200–400 milidetik — cukup cepat agar tidak mengganggu, namun cukup terasa agar pengguna menyadari perubahan.

Linear
Ease-in-out
7

Menguji Prototype Sebelum Usability Testing

Sebelum diuji ke pengguna nyata, prototype perlu diperiksa ulang secara mandiri (self-review) untuk memastikan seluruh alur & interaksi berjalan sesuai rencana.

Semua tombol & link sudah terhubung ke frame yang benar.
Transisi & animasi berjalan sesuai skenario.
Tidak ada frame yang "buntu" (dead end) tanpa jalan keluar.
Alur utama bisa diselesaikan dari awal hingga akhir.

Hasil pemeriksaan mandiri ini menjadi persiapan sebelum pengujian sesungguhnya bersama pengguna pada Modul 7: Usability Testing.

Interaktivitas & Prototyping mengubah desain visual yang statis menjadi simulasi produk yang bisa disentuh dan dirasakan. Dengan memahami prinsip interaksi, micro-interaction, penautan frame, trigger, dan easing, peserta didik siap mempraktikkan seluruh konsep ini secara langsung menggunakan Figma pada Modul 6, sebelum diuji ke pengguna nyata pada Modul 7.

E-Book Modul Ini

Baca ringkasan lengkap materi Interaktivitas & Prototyping dalam format e-book yang bisa dibuka langsung tanpa perlu mengunduh.

E-Book: Interaktivitas & Prototyping Modul 5 · UI/UX Design
Memuat e-book...
Halaman sedang disiapkan