MODUL 9
Desain Publikasi

Teknik Cetak Dasar Desain Publikasi

Tim Kelas Desain

Desainer yang memahami cara kerja mesin cetak menyiapkan file yang lebih tepat dan jarang salah produksi. Materi ini mengenalkan dasar-dasar teknik cetak: unsur proses cetak, cetak tinggi dan cetak dalam, cetak datar (offset), cetak saring (sablon), cetak digital, serta warna, raster, dan perhitungan lembar cetak. Isinya mendukung peminatan desain cetak (print design) dan elemen Proses Produksi Desain pada Capaian Pembelajaran Desain Komunikasi Visual Fase F, khususnya tahap pracetak, pencetakan, dan pascacetak.

1

Dasar Teknik Cetak

Teknik cetak adalah cara memindahkan gambar dan teks ke bahan cetak (substrat) menggunakan tinta. Memahami dasarnya membantu desainer menyiapkan file yang tepat dan memilih teknik yang sesuai dengan jumlah, bahan, dan anggaran.

•Acuan cetak: plat, layar, atau silinder yang membawa gambar.
•Tinta: bahan warna yang dipindahkan ke bahan cetak.
•Bahan cetak: kertas, plastik, kain, atau bahan lain yang dicetaki.
•Mesin dan tekanan: penggerak yang memindahkan tinta dari acuan ke bahan cetak.
•Cetak tinggi: acuan dengan bagian gambar yang timbul.
•Cetak dalam: acuan dengan bagian gambar yang cekung.
•Cetak datar (offset): acuan berpermukaan rata, gambar dibedakan secara kimia.
•Cetak saring (sablon): tinta ditekan melalui layar bermotif.
•Cetak digital: file langsung dicetak tanpa acuan cetak.
•Cetak langsung: acuan cetak langsung bersentuhan dengan bahan cetak.
•Cetak tidak langsung: gambar dipindah lebih dulu ke silinder perantara, lalu ke bahan cetak. Contohnya offset.

Setiap teknik melewati tiga tahap: pracetak (menyiapkan file, separasi warna, imposisi, dan acuan cetak), pencetakan, dan pascacetak. File desainer disiapkan sesuai teknik yang akan dipakai.

2

Cetak Tinggi dan Cetak Dalam

Cetak tinggi dan cetak dalam adalah teknik cetak dengan acuan cetak yang memiliki perbedaan ketinggian. Pada cetak tinggi, gambar timbul. Pada cetak dalam, gambar cekung. Keduanya memerlukan acuan khusus sehingga cocok untuk jumlah cetak yang besar.

•Prinsip: tinta menempel pada bagian yang timbul, lalu ditekan ke bahan cetak.
•Letterpress: memakai huruf atau plat timbul. Hasilnya sering meninggalkan bekas tekan halus pada kertas tebal, populer untuk kartu undangan dan kartu nama.
•Flekso: memakai plat lentur dari karet atau polimer, banyak dipakai untuk label dan kemasan pada berbagai bahan.
•Prinsip: gambar berupa cekungan pada silinder. Tinta mengisi cekungan, kelebihan tinta dibersihkan, lalu tinta dipindahkan ke bahan cetak.
•Rotogravure: memakai silinder bergravir, hasilnya konsisten untuk jumlah sangat besar, misalnya kemasan dan majalah beroplah sangat tinggi.
•Keterbatasan: pembuatan silinder mahal, sehingga tidak ekonomis untuk jumlah kecil.

Desainer jarang mengoperasikan mesinnya, tetapi perlu tahu bahwa garis sangat halus dan huruf sangat kecil dapat sulit tercetak jelas pada teknik tertentu. Konsultasikan dan minta uji cetak bila desain memuat detail halus.

3

Cetak Datar (Offset)

Cetak offset adalah teknik cetak tidak langsung dengan acuan cetak (plat) berpermukaan rata. Teknik ini paling banyak dipakai untuk media cetak komersial seperti buku, majalah, dan brosur karena kualitasnya tinggi dan hemat untuk jumlah banyak.

•Area plat: plat memiliki area gambar yang menerima tinta dan area non-gambar yang menerima air.
•Minyak dan air: tinta berbasis minyak dan air tidak bercampur, sehingga tinta hanya menempel pada area gambar.
•Tidak langsung: gambar berpindah dari plat ke silinder karet (blanket), lalu dari blanket ke kertas.
•Satu plat per warna: cetak CMYK memakai empat plat yang dicetak berurutan dan harus tepat bertumpuk (register).
•Mesin lembaran (sheet-fed): mencetak kertas yang sudah dipotong per lembar, cocok untuk brosur, buku, dan majalah.
•Mesin gulungan (web): mencetak kertas dari gulungan, cocok untuk jumlah sangat besar seperti koran.
•Jumlah unit warna: mesin bisa satu, dua, empat warna, atau lebih. Semakin banyak unit, semakin sedikit putaran cetak.
•Kelebihan: hasil tajam dan konsisten, biaya per eksemplar turun saat jumlah naik, banyak pilihan kertas dan finishing.
•Keterbatasan: butuh waktu dan biaya persiapan (plat dan pengaturan mesin), kurang efisien untuk jumlah kecil.

Siapkan file CMYK dengan bleed (umumnya sekitar 3 mm), tanda potong, gambar sekitar 300 ppi, dan font yang aman. Cocokkan dengan ketentuan percetakan.

4

Cetak Saring (Sablon)

Cetak saring atau sablon adalah teknik cetak dengan menekan tinta melalui layar (kasa) yang sudah diberi pola stensil. Tinta hanya lewat pada bagian yang terbuka. Teknik ini luwes untuk berbagai bahan seperti kaus, tas, kain, kayu, plastik, dan kaca.

•Layar (screen): kain kasa yang direntangkan pada bingkai. Hitungan mesh menunjukkan kerapatan benang.
•Emulsi: cairan peka cahaya untuk membentuk stensil pada layar.
•Film positif: transparan dengan gambar hitam pekat sebagai penghalang cahaya.
•Rakel dan tinta: rakel menyapu tinta melewati layar. Tinta dipilih sesuai bahan, misalnya berbasis air atau plastisol.
•Sumber cahaya dan meja sablon: untuk menyinari layar dan mengatur posisi cetak.
1.Buat desain dan cetak film positif.
2.Lapisi layar dengan emulsi, lalu keringkan di tempat teduh.
3.Sinari (afdruk) layar dengan film di atasnya.
4.Cuci layar sampai pola terbuka.
5.Pasang layar pada meja dan atur posisi.
6.Cetak dengan rakel di atas bahan.
7.Keringkan atau panaskan (curing) hasil cetak, lalu bersihkan layar.
•Perlengkapan: pakai sarung tangan, masker, dan pakaian kerja saat memakai bahan kimia.
•Ruang kerja: pastikan sirkulasi udara baik.
•Limbah: jangan membuang sisa tinta atau kimia sembarangan. Ikuti pedoman sekolah.

Satu warna membutuhkan satu layar, jadi desain dengan sedikit warna lebih hemat. Siapkan desain vector dan pisahkan warnanya per layar.

5

Cetak Digital

Cetak digital adalah teknik cetak yang memindahkan file langsung ke bahan cetak tanpa acuan cetak seperti plat. Karena tidak perlu membuat plat, persiapannya cepat dan setiap lembar boleh berbeda isinya.

•Inkjet: tinta cair disemprotkan ke bahan cetak. Dipakai pada printer foto dan mesin ukuran besar untuk spanduk dan stiker.
•Laser atau toner: serbuk toner dilekatkan dengan panas. Dipakai pada printer kantor dan mesin produksi digital.
•Cepat dan fleksibel: cocok untuk jumlah kecil dan tenggat singkat.
•Data variabel: nama atau kode dapat berbeda di tiap lembar, misalnya undangan atau sertifikat.
•Biaya per lembar: relatif tetap, tidak turun banyak saat jumlah naik.
•Keterbatasan: pilihan kertas, ukuran, dan warna khusus bisa lebih terbatas dibanding offset.
•Format dan warna: ikuti petunjuk percetakan. Sebagian mesin menerima RGB dan mengonversinya sendiri.
•Bleed dan margin: tetap diperlukan agar tepi tidak putih dan teks tidak terpotong.
•Ukuran sangat besar: untuk spanduk yang dilihat dari jauh, resolusi pada ukuran cetaknya boleh lebih rendah. Tanyakan percetakan.

Cetak digital sering dipakai untuk uji cetak (proof) cepat sebelum oplah besar dengan teknik lain, serta untuk pesanan kecil yang membutuhkan isi berbeda tiap lembar.

6

Warna, Raster, dan Imposisi

Mesin cetak memindahkan tinta dalam bentuk padat. Agar foto dan warna campuran bisa dicetak, gambar dipisah menjadi warna-warna tinta (separasi) dan dipecah menjadi titik halus (halftone atau raster). Hasil cetak juga perlu diatur pada lembar cetak (imposisi) agar efisien.

•CMYK: gambar berwarna dipisah menjadi empat bagian: cyan, magenta, yellow, dan key (hitam). Tiap bagian dicetak dengan tintanya sendiri.
•Warna tambahan: warna khusus (spot color) memakai plat atau layar tambahan.
•Sablon: pemisahan dilakukan per layar, satu warna satu layar.
•Titik halus: area terang memakai titik kecil, area gelap memakai titik besar. Dari jarak biasa, mata menyatukannya menjadi gradasi.
•Kerapatan (lpi): garis per inci. Makin tinggi, makin halus, tetapi butuh kertas yang halus.
•Contoh kasar: kertas halus seperti art paper sering memakai sekitar 150 lpi, kertas koran jauh lebih rendah.
•Register: ketepatan penumpukan tiap warna. Jika meleset, tepi tampak berwarna atau buram.
•Tanda potong dan tanda register: penunjuk garis potong dan posisi tiap plat.
•Color bar: deretan kotak warna untuk mengontrol konsistensi warna, diletakkan di luar area potong.
•Imposisi: menyusun beberapa produk atau halaman pada satu lembar cetak agar kertas terpakai efisien.
•Hitung per lembar: bagi ukuran lembar dengan ukuran produk, coba dua arah (diputar), lalu ambil yang lebih banyak.
•Sisakan area: tepi jepit mesin (gripper) dan tanda cetak tidak boleh terpakai.
•Jumlah lembar: jumlah pesanan dibagi jumlah per lembar, dibulatkan ke atas, ditambah cadangan untuk lembar yang rusak saat penyetelan.

Lab di bawah memakai perhitungan sederhana. Ukuran kertas dan aturan sisa tepi bisa berbeda di tiap percetakan, jadi selalu konfirmasi sebelum memesan.

7

Studi Kasus: Memilih Teknik untuk Festival

Panitia Festival Karya Siswa membutuhkan beberapa produk cetak sekaligus, dan tiap produk cocok dengan teknik yang berbeda. Tugas desainer adalah memilih teknik berdasarkan jumlah, bahan, tenggat, dan anggaran.

•Kaus panitia 24 buah: sablon, karena bahannya kain dan desainnya hanya dua warna.
•Brosur 10.000 lembar full color: offset, karena jumlah besar membuat biaya per lembar rendah.
•Kartu undangan 30 lembar dengan nama tamu berbeda: digital, karena jumlah kecil dan butuh data variabel.
•Spanduk 4 × 1 meter satu pesanan: cetak digital ukuran besar, karena satu lembar besar tanpa perlu plat.
•Offset: CMYK, bleed 3 mm, tanda potong, gambar sekitar 300 ppi, dan font aman.
•Sablon: desain vector dengan warna dipisah per layar dan jumlah warna dibatasi.
•Digital: ikuti petunjuk percetakan, siapkan bleed, dan data variabel dalam tabel yang rapi.
1.Kunjungi atau wawancarai percetakan, lalu catat teknik cetak yang mereka pakai.
2.Buat tabel perbandingan offset, sablon, dan digital: jumlah ideal, bahan, biaya, dan waktu.
3.Pilih teknik untuk tiga produk proyekmu dan tuliskan alasannya.
4.Hitung imposisi dan kebutuhan lembar untuk satu produk.
5.Siapkan file sesuai teknik terpilih, lalu presentasikan dengan guru sebagai pemeriksa.
•Pemahaman teknik (30%): prinsip, ciri, dan keterbatasan tiap teknik.
•Ketepatan pemilihan teknik (25%): sesuai jumlah, bahan, anggaran, dan tenggat.
•Kalkulasi dan imposisi (20%): perhitungan benar dan logis.
•Kesiapan file (15%): sesuai teknik terpilih.
•Presentasi dan K3 (10%): alasan jelas dan memahami keselamatan kerja.

Teknik cetak dibedakan menjadi cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar (offset), cetak saring (sablon), dan cetak digital, dengan unsur dasar yang sama: acuan cetak, tinta, bahan cetak, dan mesin. Offset unggul untuk jumlah besar, sablon luwes untuk berbagai bahan, dan digital cepat serta mendukung data variabel. Pemahaman separasi warna, halftone, register, dan imposisi membantu desainer menyiapkan file yang tepat dan memilih teknik sesuai kebutuhan, mendukung tahap pracetak, pencetakan, dan pascacetak pada elemen Proses Produksi Desain.

E-Book Modul Ini

Baca ringkasan lengkap materi Teknik Cetak Dasar dalam Desain Publikasi dalam format e-book yang bisa dibuka langsung tanpa perlu mengunduh.

E-Book: Teknik Cetak Dasar dalam Desain Publikasi Modul 9 · Desain Publikasi Kelas XI DKV
Memuat e-book...
Halaman sedang disiapkan