Usability Testing
Karya yang sudah dirancang di Figma pada bab sebelumnya belum tentu benar-benar mudah digunakan sebelum dicoba oleh pengguna nyata. Bab ini membahas bagaimana menguji prototype secara sistematis — menyusun skenario, merekrut partisipan, mengukur, hingga menganalisis hasilnya — sebagai bentuk evaluasi karya sebelum dikembangkan menjadi Design System yang lebih matang.
Apa itu Usability Testing?
Usability Testing adalah metode evaluasi yang melibatkan pengguna nyata untuk mencoba langsung sebuah produk/prototype, guna mengetahui seberapa mudah, efektif, dan memuaskan produk tersebut digunakan.
Sesuai elemen CP Proses Produksi Desain tahap pascaproduksi, usability testing adalah bentuk evaluasi karya sebelum dinyatakan final.
Jenis Usability Testing
Berdasarkan cara pelaksanaannya, usability testing dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai kebutuhan tim.
Pemilihan jenis testing disesuaikan dengan waktu, anggaran, dan kedalaman insight yang dibutuhkan tim.
Menyusun Task Scenario
Task Scenario adalah skenario tugas nyata yang diberikan kepada partisipan agar mereka mencoba menyelesaikan tujuan tertentu menggunakan prototype, bukan sekadar "menjelajah bebas".
Contoh task scenario yang baik: "Anda ingin membeli sepatu hitam ukuran 42, coba selesaikan pembelian melalui aplikasi ini."
Merekrut Partisipan & Jumlah Sampel
Proses memilih partisipan yang mewakili target pengguna sesuai persona pada Modul 2, serta menentukan jumlah partisipan yang dibutuhkan.
Prinsip "5 pengguna" ini membuat usability testing tetap efisien dan bisa dilakukan bahkan dengan sumber daya terbatas di lingkungan sekolah.
Metode Pengukuran Usability
Indikator kuantitatif & kualitatif yang digunakan untuk mengukur tingkat kemudahan penggunaan produk.
Kombinasi metode kuantitatif (skor, waktu) dan kualitatif (komentar, ekspresi) memberi gambaran usability yang lebih lengkap.
Melaksanakan Sesi Testing
Proses menjalankan sesi pengujian bersama partisipan, umumnya menggunakan teknik Think Aloud Protocol — partisipan diminta menyuarakan apa yang mereka pikirkan saat menggunakan produk.
Think Aloud Protocol membantu tim desain memahami "mengapa" sebuah kesalahan terjadi, bukan hanya "apa" yang salah.
Menganalisis & Melaporkan Hasil
Tahap mengolah seluruh temuan dari sesi testing menjadi laporan yang jelas dan dapat ditindaklanjuti oleh tim.
Laporan hasil testing ini menjadi bahan evaluasi akhir sebelum karya desain dikembangkan lebih lanjut menjadi Design System yang scalable pada Modul 8.
Usability Testing memastikan desain yang telah dibangun benar-benar berfungsi bagi pengguna nyata, bukan sekadar asumsi tim. Dengan menyusun skenario, merekrut partisipan, mengukur, hingga menganalisis hasil, peserta didik belajar melakukan evaluasi karya secara ilmiah — bekal penting sebelum menyusun Design System yang scalable pada Modul 8.
E-Book Modul Ini
Baca ringkasan lengkap materi Usability Testing dalam format e-book yang bisa dibuka langsung tanpa perlu mengunduh.